Pages

Subscribe:

Sabtu, 24 November 2012

Perkembangan Kelompok Sosial Masyarakat Multikultur Di Indonesia (Kelas XII ; Modul 1)


PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL --> Multikultur

Kelompok social bukan merupakan kelompok yang statis. Setiap kelompok social selalu mengalami perkembangan atau perubahan. Beberapa kelompok social sifatnya lebih stabil dari pada kelompok lainnya. Strukturnya tidak banyak mengalami peubahan yang mencolok.

Kelompok-kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultur Di Indonesia (Kelas XII ; Modul 1)


PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL

Manusia dilahirkan kedunia seorang diri, tetapi kemudian hidup berkelompok dengan keluarganya. Seperti kita ketahui, manusia pertama adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia lain yaitu istrinya yang bernama hawa.
Mereka lalu beranak pinak, terbentuklah keluarga, kelompok social, kelompok kekerabatan, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Aspek-aspek Nasionalisme (Kleas XI ; BAB IV ; Tujuan Pembelajaran 2)


 ASPEK-ASPEK NASIONALISME


adapun aspek-aspek Nasionalisme, yaitu sebagai berikut :

Pengertian Nasionalisme menurut beberapa tokoh (Kelas XI ; BAB IV ; Tujuan Pembelajaran 1)


Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme berasal dari kata ‘nation’ (Inggris) yang berarti bangsa.

Perang Tapanuli Thn 1878-1907 (Kelas XI ; BAB III ; Tujuan Pembelajaran 7)



 Di wilayah Tapanuli terdapat beberapa kerajaan suku Batak salah satunya berpusat di Bakkara. Raja terakhir di Bakkara ialah Sisingamangaraja XII.
Apa sebab terjadi perang Tapanuli? Sebab-sebab terjadinya peperangan adalah:

Menganalisis Perang Aceh Thn 1873-1904 (Kelas XII ; BAB III ; Tujuan Pembelajaran 6)


Peucut Kherkof; makam serdadu militer Belanda yang tewas dalam pertempuran melawan masyarakat Aceh. Kata Kherkof sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya kuburan. Makam ini terletak di Kota Banda Aceh, Aceh, persis disamping

Menganalisis Perang Banjar Thn 1859-1863 (Kelas XI ; BAB III ; Tujuan Pembelajaran 5)


Sebab umum :

  • Rakyat tidak senang dengan merajalelanya Belanda yang mengusahakan perkebunan dan pertambangan di Kalimantan Selatan. 
  • Belanda terlalu banyak campur tangan dalam urusan intern kesultanan.